Bagi kaum hawa, kosmetik bisa saja menempati urutan paling primer dalam rantai kebutuhan. Tak ayal jika kebanyakan dari mereka memang menyukai kulit yang sehat, bahkan menginginkan kulitnya menjadi putih, bersih, serta glowing dalam waktu singkat.
Lalu, apa hubungannya dengan merkuri?
Mungkin kamu juga sudah tidak asing lagi dengan istilah merkuri. Merkuri alias air raksa merupakan salah satu jenis logam yang biasa ditemukan di alam. Logam ini tersebar pada udara, senyawa organik dan anorganik, batu-batuan, biji tambang, tanah, dan air. Hubungannya dengan produk kecantikan adalah merkuri ini punya kuasa untuk menghambat pembentukan melanin, sehingga membuat kulit lebih cerah dalam waktu singkat. Tapi nyatanya, penggunaan merkuri untuk bahan kosmetik ternyata sangat berbahaya. Sebaiknya, kamu menghindari jenis-jenis kosmetik seperti. Memangnya, apa sih pengaruh bahaya dari merkuri ini?
Sebabkan Kerusakan Sistem Ginjal, Saraf, serta Pencernaan
Dengan mengaplikasikan merkuri secara terus-menerus, maka kulit akan menjadi tipis, ini sesuai dengan sifatnya yang korosif jika dipasangkan pada kulit. Sehingga kerusakan pada kulit pun tak bisa dihindari. Meresapnya merkuri ke dalam kulit pun prosesnya sangat cepat, mampu menyebabkan rusaknya sistem ginjal, pencernaan, dan saraf.
Sebabkan Fungsi Kerja Otak jadi Berkurang
Efek buruk dari logam merkuri juga akan mengarah pada fungsi otak. Parahnya, fungsi otak bisa sampai tidak berfungsi dengan baik. Hal ini bisa terjadi jika sampai merkuri tersebut masuk ke sistem pencernaanmu. Tak menutup kemungkinan saat kamu telah selesai menggunakan kosmetik bermerkuri, kamu akan leluasa memakan sebuah makanan setelahnya.
Memperlambat Pertumbuhan Janin
Ibu hamil memang paling rentan kondisi kesehatannya. Bukan karena memikirkan pada kesehatan ibunya saja, namun juga sang janin. Dan semua itu tentu berkaitan dengan pola gaya hidup. Ibu hamil seharunya memang sangat berhati-hati pada jenis perawatan kecantikan yang berbahaya. Seperti halnya merkuri ini, tak hanya akan memperlambat tumbuh kembangnya janin. Namun akibat terburuknya adalah ibu bisa mengalami keguguran. Demi menjaga kesehatan ibu hamil juga janin, maka sangat disarankan untuk menggunakan produk-produk yang berbahan alami saja.
Menambah Kepucatan pada Kulit serta Flek
Meski tersohor akan khasiatnya yang mampu mencerahkan kulit secara cepat, namun penggunaan kosmetik dengan kandungan merkuri dalam jangka waktu lama justru akan menimbulkan masalah baru, yaitu munculnya flek-flek hitam. Jadi, alangkah lebih bijak untuk tidak menginginkan kulit cerah secara instan, kamu juga harus memikirkan efek jangka panjangnya.
Memicu Iritasi pada Bagian Kulit
Iritasi akan terjadi pada kulit yang telah terdampak merkuri. Biasanya, tanda-tanda yang dimunculkan adalah gatal-gatal, kulit kemerahan, dan ruam. Jika pemakaian merkuri terjadi dalam jangka panjang, maka dampaknya pun akan semakin serius.
Dapat Sebabkan Kanker Kulit
Berikut ini adalah efek paling dari penggunaan kosmetik yang mengandung tersimpan merkuri di dalamnya. Merkuri mampu masuk ke dalam tubuh dan menyebar. Tentu saja efek ini tidak akan terjadi saat kamu baru saja memakainya, akan tetapi, secepat apapun dampak ini datang, tidaklah bisa diprediksi. Untuk itu, tak ada salahnya untuk mencoba produk-produk kosmetik yang alami.
Sebenarnya, selain merkuri, masih ada bahan-bahan laun dalam kosmetik alias produk kecantikan yang juga sama berbahayanya, yaitu:
Hidroquinon
Bersama merkuri, Hidroquinon adalah bahan lain yang ini banyak digunakan pada produk pemutih kulit. Sama bahayanya, bahan ini mampu mengurangi jumlah melanosit, yaitu sel pemproduksi melanin. Sesungguhnya, bahan ini pun masih diperbolehkan untuk tercampur pada produk kecantikan dengan catatan, konsentrasinya tak mencapai lebih dari 2%. Meski demikian, tetap saja, tak diperbolehkan untuk memakainya dalam jangka panjang, sebab akan dikaitkan dengan ochronosis atau biasa disebut kelainan pigmentasi.
Formalin
Sifatnya yang karsinogen dan umumnya digunakan sebagai pengawet jenazah, maka tak akan baik jika sampai kandungannya terdapat pada produk kecantikan. Seperti sampo, sabun mandi, pelurus rambut, lotion, atau pun tabir surya. Pemakaian produk kecantikan dengan kandungan formalin di dalamnya bisa sebabkan gangguan kesehatan berupa iritasi kulit, mual serta muntah, hingga kanker.
Phthalates
Senyawa yang mendukung terbentuknya Phthalates adalah diethylphthalate (DEP), dimethylphthalate (DMP), dan dibutylphthalate (DBP). Biasnya, zat ini berperan sebagai bahan tambahan pada kosmetik dan bisa ditemukan dalam produk kecantikan seperti cat kuku, sampo, parfum, sabun, losion, maupun hair spray. Apabila kamu seorang ibu hamil, disarankan untuk berhati-hati pada kosmetik dengan kandungan bahan ini, sebab mampu memberikan risiko gangguan perkembangan pada anak.
Timbal
Logam alias logam beracun yang mengancam kesehatan. Logam ini sering ditemukan pada produk lipstik. Jika kosmetik dengan kandungan timbal digunakan oleh orang dewasa, maka akan meningkatkan risiko keracunan timbal serta kerusakan ginjal. Keguguran, kelahiran prematur, dan berat badan lahir bayi rendah adalah risiko yang dialami ibu hamil jika sampai terpapar timbal dalam tubuh mereka.
Meski demikian, tetap saja produk kecantikan dengan promosi yang menjanjikan putih secara instan, mulus, serta mengkilap alias glowing tetap akan diburu di pasaran. Belum banyak orang yang melek akan dampak dari bahan-bahan buruk di atas, sekalipun telah mengetahui kabar bahayanya dari situs-situs kesehatan.
Bagi kamu yang memang ingin mencari kosmetik aman, maka carilah yang berbahan alami serta sudah mendapat izin edar dari BPOM.
Seberapa penting izin BPOM untuk semua jenis produk kecantikan?
Seharusnya, kamu menaruh curiga pada produk yang tidak ada label atau kode izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia. Sebab apabila memang produk tersebut aman, maka akan tertera izin resmi dari BPOM. Oleh karena ilah, apabila kamu hendak membeli suatu produk kosmetik namun tidak ditemukan kode izin BPOM, maka dipastikan produk tersebut ilegal. Dengan kata lain adalah produk tersebut belum layak jual.
Jika pun kamu berhasil menemukan kode izin BPOM pada kemasan, maka jangan terlalu buru-buru untuk segera membeli dan memakainya. Kamu perlu mengeceknya terlebih dahulu di laman resmi BPOM, apakah memang kode tersebut terdata dalam sistem BPOM dan sesuai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar