Bahayakah Anemia pada Remaja? Berikut Penyebab dan Jenis-jenisnya

Penjelasan tentang Anemia

Sebelumnya, kamu perlu tahu dulu nih, apa yang dimaksud dengan anemia. Anemia sendiri terjadi apabila jumlah sel darah merah berada di bawah batas normal. Karena kekurangan sel darah merah tubuh akan menjadi mudah lelah, pucat, serta lemah. Tak hanya menyerang remaja saja sebenarnya, melainkan usia berapa pun. Jadi, ketika seorang anak tampak kelelahan, kemungkinan tengah mengidap anemia. 

Hidupisehatmu.blogspot.com


Penyebab anemia sendiri sangat bervariasi, bisa beragam sekali, mulai dari pendarahan akibat menstruasi sampai akibat kekurangan zat besi. Umumnya, anemia mampu disembuhkan dengan pengonsumsian makanan-makanan sehat dan suplemen tambahan. Atau jika kondisinya masih buruk meski telah melakukan pengobatan secara mandiri, lebih baik, berkonsultasi langsung pada dokter. 

 

Anemia pada remaja memang mudah diobati secara mandiri, namun tetap saja kita perlu tahu apa penyebab dari anemia tersebut. Nah, berikut di bawah ini ialah penyebab-penyebab anemia pada remaja: 

 

 

  1. Kekurangan Asupan Gizi

Peran zat gizi sendiri sangat besar bagi kesehatan tubuh, yaitu dalam pembentukan hemoglobin. Apabila tubuh sampai kekurangan hemoglobin, maka anemia pun bisa menyerang. Yang perlu dilakukan saat tubuh kekurangan zat besi ialah makan makanan tinggi zat besi seperti kacang-kacangan, jeroan, hati, daging merah, kerang, dan masih banyak lagi. Ternyata, ada beberapa makanan juga obat-obatan yang mampu menghambat penyerapan zat besi apabila pengonsumsiannya dilakukan dengan makanan kaya zat besi, seperti:

  • Produk susu

  • Antasida 

  • Kopi

  • Makanan tinggi kalsium

  • Teh

Adapun beberapa penyakit yang dapat mengganggu terserapnya zat besi, seperti celiac, crohn, serta operasi bypas lambung. Apabila di usia remaja mengalami salah satu kondisi seperti di atas, maka perlu sesegera mungkin datang kepada dokter untuk berdiskusi. Diskusikanlah tentang pola makan yang paling baik dan tepat. Tanyakan juga hal lain terkait ini apabila diperlukan. Terlebih, sekarang ini banyak akses untuk mengobrol dengan dokter secara online. 

 

  1. Kekurangan Vitamin

Beberapa jenis vitamin memang tak hanya sekedar bermanfaat bagi tubuh namun juga sangat vital. Salah satunya adalah folat serta Vitamin B12 sebagai pembentuk sel darah merah. Terbiasa dengan pola makan rendah vitamin ini pun mampu sebabkan anemia. Ada pun gangguan kesehatan seperti masalah pencernaan atau autoimun juga dapat membuat tubuh tak cukup baik dalam menyerap Vitamin B12. Contoh makanan mengandung sumber Vitamin B12 adalah sereal serta jenis-jenis makanan hewani, sedangkan untuk pemenuhan folat maka bisa mengonsumsi sayuran hijau juga buah-buahan. 

 

  1. Mengidap Penyakit 

Sel darah merah yang sedikit dalam tubuh juga bisa disebabkan akibat tubuh tengah mengalami penyakit atau infeksi kronis. Tentu saja hal ini mampu menurunkan kadar hemoglobin sehingga terjadilah anemia. Ada pun kondisi tertentu seperti remaja yang tengah menjalani perawatan medis serta mengonsumsi beberapa jenis obat, ini juga berisiko terhadap anemia. Silakan berkonsultasi kepada dokter dalam kasus ini, karena kondisi tubuh yang memang sedang dalam perawatan atau mengonsumsi obat tentu tidak dianjurkan asal-asalan dalam mengambil tindakan. 

 

  1. Kehilangan Darah 

Faktor ini mungkin menjadi paling umun yang diketahui oleh nyaris semua orang. Benar, kehilangan terlalu banyak darah merah akan sebabkan anemia. Kasus pada remaja perempuan adalah menstruasi berat. Pembedahan atau cedera akan sebabkan tubuh kehilangan banyak darah sehingga mengakibatkan anemia. Ada pun beberapa kondisi yang mengakibatkan produksi sel darah merah dalam tubuh jadi lambat, yaitu:

  • Anemia Aplastik yaitu ketika tubuh berhenti memproduksi sel darah merah, ini diakibatkan karena adanya penyakit atau infeksi. 

  • Tubuh kekurangan Vit B12 entah itu dari suplemen atau pun makanan hingga membuat tubuh tak mampu menyerap vitamin-vitamin tersebut. 

 

Informasi di atas cukup untuk menjawab kenapa pengobatan anemia sangat didasarkan pada penyebabnya. Untuk itulah lebih baik mengetahui secara dini terlebih dahulu jika memang masih di tahap wajar. 

 

Bagaimana Cara Mengobati Anemia pada Remaja?

Anemia pada remaja terkadang memang tak boleh disepelekan, apalagi jika berada dalam kondisi yang cukup serius. Alangkah baiknya untuk berkonsultasi langsung pada dokter. Karena dokter mampu melakukan evaluasi. Setelah itu, akan dilakukan pemeriksaan fisik sekaligus tes darah untuk melihat kadar hemoglobin. Perawatan dan penanganan anemia akan dilakukan sesuai penyebabnya, beberapa perawatan yang dapat dilakukan ialah: 

  • Mengonsumsi obat yang sudah diresepkan dokter

  • Mengubah pola makan

  • Melakukan transfusi darah

  • Melakukan pengobatan terhadap penyakit lainnya yang menjadi penyebab anemia.

 

Anemia Memang Berbahaya, Tergantung pada Jenisnya

Anemia melibatkan partikel dalam tubuh yaitu sel darah merah yang mempunyai tugas membawa oksigen ke seluruh tubuh. Apabila pasukan sel darah merah tak terpenuhi jumlahnya, maka organ tubuh pun tak akan mendapat cukup oksigen sehingga berimbas pada kinerjanya yang tak baik. Konsekuensi parah pun bisa saja terjadi dan ini sangat diperlukan penanganan segera.  


Adapun jenis-jenis anemia yang berpotensi mengancam jiwa, yaitu:


  • Anemia Aplastik

Jenis anemia ini telah kita singgung sedikit di atas. Faktor penyebabnya ialah rusaknya sumsum tulang, sehingga tubuh berhenti memproduksi sel darah baru. Hal ini bisa terjadi tiba-tiba dan makin buruk jika dibiarkan tanpa penanganan tepat. Biasanya, jenis anemia ini disebabkan karena: Paparan bahan kimia beracun, infeksi virus, pengobatan kanker, gangguan autoimun, dan juga anemia aplastik idiopatik atau jenis anemia aplastik yang tidak diketahui penyebabnya. 

 

  • Hemoglobinuria Nokturnal Paroksismal

Berkaitan dengan anemia aplastik, penyakit ini pada awalnya diawali dengan anemia aplastik. Kondisi ini akan sebabkan, rusaknya sumsum tulang serta hancurnya sel darah. Untuk diagnosa atas kondisi genetik,  biasanya terjadi pada orang berusia 30 atau 40 tahunan. 

 

  • Sindrom Myelodysplastic

Sel-sel dalam kondisi ini akan mati lebih awal dan berkemungkinan akan dihancurkan oleh sistem kekebalan tubuh. Sindrom Myelodysplastic telah dianggap sebagai jenis kanker. Biasanya akan bertransformasi menjadi leukemia myeloid akut atau sejenis kanker darah. 

 

  • Anemia Hemolitik

Mengonsumsi obat tertentu sebagai contoh adalah penisilin, terkena infeksi, kanker darah, gangguan autoimun, tumbuhnya tumor, limfa terlalu aktif, atau pun reaksi terhadap transfusi darah adalah penyebab potensial dari anemia hemolitik. Kondisi ini akan mengakibatkan sel darah merah dihancurkan lebih cepat dari pada kemampuan tubuh kita sendiri.

 

  • Penyakit Sel Sabit

Termasuk jenis anemia yang bersifat genetik atau diturunkan. Jika mengidap anemia jenis ini, maka bentuk sel darah merah akan berubah, yaitu menjadi berbentuk sabit, kaku, serta lengket. Akibatnya, sel darah merah akan tersangkut di pembuluh darah kecil, sehingga menghalangi aliran darah ke seluruh tubuh. Kondisi ini akan membuat pengidapnya kehilangan jaringan oksigen, menghadirkan rasa sakit, bengkak, dan infeksi. 

 

  • Thalassemia 

Merupakan anemia kondisi bawaan di mana tubuh tak mampu menghasilkan cukup hemoglobin. Tanpa adanya hemoglobin yang cukup, sel darah merah pun tidak akan mampu bekerja dengan baik, kemudian berakhir mati lebih cepat dibanding sel sehat.

 

  • Anemia Malaria

Kurangnya gizi, parasit malaria, dan masalah sumsum tulang adalah penyebab dari anemia jenis ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar