Rabu, 26 Januari 2022

Inilah Penyebab Rambut Rontok Berlebihan, Bahaya atau Tidak?

Rambut Rontok

 Sebenarnya, kehilangan rambut berhelai-helai itu termasuk normal. Yang perlu diwaspadai adalah ketika jumlah kerontokan mencapai 100 helai per hari. Sehingga diambil kesimpulan bahwa rontoknya rambut di satu sisi bisa dikatakan normal, di sisi lain juga perlu penanganan. Semua tergantung intensitas dan penyebabnya. 

hidupisehatmu@blogger.com


Maka dari itu, dengan mengenali penyebab rambut rontok berlebihan juga cara mencegahnya, diharapkan kamu bisa terhindar dari risiko ancaman kesehatan. Umumnya, rambut rontok jika hanya sebanyak 50 helai atau sampai kurang dari 100 helai, maka tak akan sampai menyebabkan kebotakan. Karena setelahnya, tentu akan tumbuh rambut baru guna menggantikan rambut yang telah rontok. 


Apabila rambut yang rontok terlalu banyak, hingga pertumbuhan rambut baru tak dapat mengimbangi, tentu ini akan menyenangkan kebotakan. Secara medis, apabila rambut rontok mencapai lebih dari 100 helai per hari, ini dinamakan tolegen effluvium. Kerontokan ini tak hanya terjadi pada satu area saja, melainkan secara keseluruhan kepala. Kabar bagusnya adalah kepala tidak akan botak hanya pada satu bagian, atau biasa disebut pitak. Namun secara keseluruhan, rambut kepala akan menjadi tipis. Kondisi ini biasanya disebabkan setelah seseorang mengalami tekanan ataupun stres, entah fisik atau pun emosinya.

Umumnya, kerontokan rambut yang berlebih bisa disebabkan atas beberapa faktor, yaitu:  

  1. Tiroid

Dua penyakit yang ada kaitannya adalah hipertiroid atau hipotiroidisme. Keduanya terjadi kala kelenjar tiroid kita tak memproduksi cukup atau terlalu banyak hormon tertentu. Orang dengan penyakit ini tak akan bisa menghasilkan rambut baru sebab pembangunannya hormonnya terganggu dan ini akan berpengaruh pada perkembangan rambut pada akar. Kabar baiknya adalah jika kerontokan rambut disebabkan oleh tiroid, maka akan bersifat sementara. 

  1. Lupus

Lupas ialah penyakit yang menyerang nyaris semua anggota tubuh penderita, menyebabkan terbentuknya antibodi. Gejala khas dari penyakit ini sering kali menyebar luas dan berupa peradangan. Nah, apabila peradangan berkembang ke sekitar kulit kepala dan folikel rambut maka efek yang didapat adalah rambut rontok. Tak hanya rambut kepala, namun efek kerontokan juga akan terjadi pada alis, janggut, dan bulu mata.

  1. Alopecia Areata

Kemungkinan dari kerontokan yang dialami pada orang dengan penyakit alopecia areata adalah 60%. Biasanya, rambut akan kembali tumbuh pada kurun 12 bulan kurang. Tergantung bagaimana kondisi penderitanya juga, bisa lebih parah atau tidak, bahkan dapat sebabkan kebotakan total. Biasanya mengalami episode kerontokannya yang pertama di bawah umur 20 tahun. Kemudian rambut akan tumbuh kembali dalam 12 bulan atau kurang. Dan bagi sebagian orang, masalahnya bisa lebih lama dan lebih parah, menyebabkan kebotakan total atau rambut rontok total.

  1. Anagen Effluvium

Anagen effluvium ini tak hanya karena kemoterapi saja, namun bisa disebabkan karena infeksi jamur dan penyakit autoimun. Jika diakibatkan oleh kemoterapi, maka rambut akan sering tumbuh kembali 3-6 bulan setelah kemoterapi berhenti.

  1. Alopecia Traksi

Biasanya, ini dialami oleh para wanita. Traction alopecia adalah penyebab rambut rontok akibat menarik rambut dengan ketat, sehingga menyebabkannya patah dan lepas. Biasanya, terjadi pada rambut yang sering dikuncir kuda, kepang, ekstensi, atau cornrows. 

  1. Kurap Kulit Kepala

Untuk ciri-ciri kurap sendiri, kamu pasti sudah tahu. Ciri-cirinya seperti: 

  • Bintik kecil yang membesar, sehingga kulit bersisik dan botak

  • Rambut rapuh jadi mudah patah

  • Terasa gatal, dan terdapat bercak merah pada kulit di daerah yang terkena

  • Kulit kepala akan melepuh pada bagi yang terkena kurap

  • Terdapat tambalan seperti cincin yang pada bagian luarnya berwarna merah.

  1. Stres Secara Emosional

Yang mana ini biasanya terjadi karena masa-masa sulit dalam kehidupan yang tengah dihadapi. Sebagai contoh adalah kehilangan pekerjaan, menjalani proses perceraian, keluarga alami sakit parah, dan masih banyak lagi.

  1. Stres Fisik yang Intensif

Yang mana terjadi biasanya saat melahirkan atau beban pekerjaan tinggi.

  1. Adanya Perubahan Hormonal

Biasanya, ini kerap terjadi pada wanita hamil, setelah melahirkan, dan saat menyusui.

  1. Kekurangan Gizi

Benar, saat kekurangan gizi khususnya seperti protein dan zat besi biasanya karena penderitanya mengalami gangguan makan juga dapat menyebabkan kerontokan rambut yang lebih banyak.

  1. Menderita Penyakit Tertentu

Yang dimaksud penyakit tertentu ini seperti infeksi berat, alopecia areata, penyakit kelenjar tiroid, infeksi jamur pada kepala, penyakit autoimun, serta sifilis.

  1. Efek Samping dari Pengonsumsian Obat-obatan

Untuk yang satu ini, contohnya adalah seperti pemakaian pil KB, vitamin A dosis tinggi, obat antidepresan, dan obat hormonal.

  1. Mengalami beberapa penyakit seperti dalam proses penyembuhan, demam tinggi, atau pun anemia parah

  2. Mengalami penurunan berat badan mencapai turun 9 kg atau lebih

  3. Tengah Menjalani Pengobatan Tertentu

Seperti halnya kemoterapi atau pun radiasi, sehingga kerap membuat penderita botak.

  1. Dalam Masa Penggunaan Produk Perawatan Rambut Berbahan Keras Seperti halnya pemanasan rambut, cat rambut, atau kebiasaan melakukan bleaching. 

Jika kamu mempertanyakan siapa saja yang mengalami rambut rontok berlebihan atau bisa disebut telogen effluvium ini, maka jawabannya adalah bisa terjadi pada pria maupun wanita dari segala usia. Namun, menurut data, wanita lah yang cenderung lebih sering mengalami masalah ini, terlebih saat penderitanya sedang mengalami perubahan hormonal.


Kerontokan rambut yang mencapai jumlah berlebih tak terjadi saat itu juga, biasanya saat 1-2 bulan setelah mengalamu stres atau kondisi medis tertentu. Kamu tidak perlu khawatir, dalam  beberapa kasus, rambut rontok berlebihan tidak membutuhkan penanganan atau pengobatan khusus, kok. Dengan sendirinya, rambut kamu akan tumbuh dan tebal kembali dalam beberapa bulan, ini terjadi tentu saja setelah penyebab rambut rontok berlebihan telah teratasi.


Meski demikian, tetap saja terjadi banyak kasus lain yang menyebabkan kerontokan rambut berlebih ini perlu segera diatasi. Untuk dapatkan penanganan tepat, kamu bisa berkonsultasi langsung pada dokter kulit. Dokter akan merekomendasikan beberapa pengobatan apabila memang diperlukan perawatan khusus, seperti: 

  • Merekomendasikan obat-obatan

  • Pengangkatan sebagian kulit kepala

  • Terapi laser untuk menumbuhkan rambut

  • Operasi transplantasi rambut jika memang keadaannya parah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar